Diberdayakan oleh Blogger.

Father Hunger

Posted on
  • Senin, 28 September 2015
  • by
  • ikadikobar
  • in
  • Label:
  • By Irwan Rinaldi

    Pendidikan anak mungkin bisa diwakilkan oleh guru atau siapapun, tapi untuk pengasuhan, orangtualah yang harus terjun langsung dalam hal ini, karena pengasuhan yang dilakukan langsung oleh orangtua akan membentuk karakter anak nantinya.

    Porsi terbesar pembentukkan karakter sebaiknya dilakukan oleh ayah. Penelitian di Amerika, dari seratus ribu anak, ada tujuh puluh ribu anak menyatakan lebih memilih ayah dalam membentuk karakter mereka.

    Indonesia didaulat sebagai Fatherless Country, negara tanpa keberadaan ayah secara psikologis. Hingga akibatnya anak-anak mengalami krisis Father Hunger, dimana ia sangat membutuhkan sosok ayah, namun tak dapat dimilikinya. Ayah Irwan menyebutnya dengan “Ayah ada – Ayah tiada”. Secara fisik dia ada, nampak, namun tidak ada dalam pengasuhan kepada anaknya. yang kemudian berdampak hilangnya rasa berani dan rasa percaya diri dalam dirinya. Berapa banyak ayah yang jarang menghabiskan waktunya untuk bermain dan bercengkrama dengan anaknya, hanya karena urusan pekerjaan, Berapa banyak ayah yang pulang kantor sangat lelah hingga tak mampu untuk sekedar tersenyum dan mendengar anaknya bercerita bagaimana ia membuat rumah-rumahan dari sedotan saat di sekolah?

    jika sosok ayah di mata anak tidak ada, maka terlalu panjang tahap pendewasaan anak tersebut. Padahal usia puncak tahap kematangan psikologis anak adalah 15 tahun bukan 30 tahun seperti yang terjadi di Indonesia.

    Ilmu itu dari Al-Qur’an

    Islam sangat konsen dalam masalah Fathering. Hampir 70% dari isi Al-Quran membahas tentang Fathering. Ayah Irwan bercerita tentang pengalamannya dalam konferensi Parenting di Singapore. Ada sebuah tokoh parenting disana yang beliau kagumi karena buku parenting yang diterbitkannya sangat laris dan bagus sekali isinya. Namanya, Clayton, seorang yahudi berkulit hitam. Ayah Irwan bertanya kepadanya kurang lebih, “Mengapa anda bisa menulis buku yang bagus sekali?”, lalu Clayton menjawab, “Seharusnya Pak Irwan yang menulis buku itu, karena seluruh buku Fathering yang saya tulis itu semuanya berdasarkan Al-Qur’an.” Miris sekali ketika harus seorang yahudi yang mengambil ibrah dari kitab suci yang dimiliki oleh kita—umat muslim. Bahkan dengan jelas, Allah telah menuliskan satu surah khusus untuk parenting keayahan dalam surah Luqman, yang menceritakan bagaimana Luqman mendidik anaknya untuk taat kepada Tuhannya.

    Terlalu Banyak Stimulan Perempuan

    Dikarenakan ayah hanya berkutat pada pencarian nafkah, maka Parent Leader pun diserahkan kepada sang istri. Bahkan di PAUD dan TK pun gurunya 96% adalah perempuan. Anak-anak juga membutuhkan sosok ayah yang ada secara fisik dan psikologis, yang mampu menceritakan bagaimana gagahnya Muhammad, bagaimana kuat dan tegasnya Umar, bagaimana militannya Al Fatih, dan tokoh islam lainnya. Karena ada karakter yang bahkan seorang ibu tidak bisa mencontohkannya kepada anak, dan itu adalah tugas ayah dalam mengasuh anaknya.

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Copyright (c) 2010 Blogger by Blogger
    Facebook : IKADI KOBAR, My Twitter