Diberdayakan oleh Blogger.
Posted on
  • Rabu, 04 November 2015
  • by
  • ikadikobar
  • in
  • Label:

  • Anda tahu:

    -       Siapa mentornya Soekarno?

    -       Siapa mentornya Tan Malaka?

    -       Siapa mentornya M. Natsir?


    Ternyata orangnya yang sama. Siapakah orang hebat itu? Dialah HOS Tjokroaminoto, gurunya para pendiri bangsa, yang juga perintis Serikat Dagang Islam. Perihal HOS Tjokroaminoto sebagai mentor ini diingatkan kembali oleh Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Senin yang lalu kepada saya dan 20-an undangan lainnya, mulai dari Nadiem Makarim (Pendiri Go-Jek), Arif Wibowo (Direktur Garuda Indonesia), Handry Satriago (Pemimpin GE Indonesia), sampai Prof. Firmansyah (Rektor Paramadina). Pak Menteri menggagas program ‘Belajar Bersama Mentor’ dan saya dipercaya menjadi salah satu mentor itu bersama 20-an tokoh lainnya untuk anak-anak Indonesia.




    Bersama Nadiem (Go-Jek), Assad (Qatar), Grace (PSI), dan Prof Ilza


    Langsung saja saya ‘menantang balik’ Pak Menteri, “Bagaimana kalau program sebagus ini kita tingkatkan cakupannya, Pak? Insya Allah saya siap mengajak 20 atau 30 mentor lainnya, di mana mereka punya nama, kemampuan, dan ketulusan. Mereka tak berharap nama, uang, dan kompensasi politis.” Itu pula yang sebelumnya saya sampaikan kepada Prof. Dr. Ilza Mayuni, Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan di Kemendikbud. Sambil tersenyum Pak Menteri menjawab, “Baik Mas. Tapi, itu nanti. Sekarang kita rapikan dan buktikan dulu pada angkatan pertama ini. Setelah berhasil, kita akan tingkatkan semuanya dan bisa diduplikasi oleh sektor lainnya.”


    Di seminar-seminar sering saya sampaikan bahwa Nabi Muhammad saja punya mentor. Untuk urusan bisnis, yang menjadi mentor adalah pamannya. Untuk urusan agama, yang menjadi mentor adalah Malaikat Jibril. Boleh dibilang, mentor adalah pihak yang bisa membimbing kita menuju impian kita, karena dia lebih dahulu mencapainya dan dia bisa mengajarkan cara-cara mencapainya. Ada orang yang bisa mencapai, namun tidak bisa mengajar. Sebaliknya, ada orang yang bisa mengajar, namun belum pernah mencapai. Kedua-duanya ini perlu. Sekiranya kita harus mengorbankan waktu dan uang demi mendekati sang mentor, yah keluarkan saja. Saya pun begitu, dari dulu sampai sekarang. Hasil akhirnya, malah menghemat waktu dan uang saya. Karena saya tahu persis, coba-coba sendiri jauh lebih lama dan jauh lebih mahal.




    Oleh Ippho Santosa

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Copyright (c) 2010 Blogger by Blogger
    Facebook : IKADI KOBAR, My Twitter