2016



Seperti seorang wanita yang lebih memilih surga. Ia rela menanggung sakitnya. Atha' bin Abi Rabah berkata, Ibnh Abbas r.a. telah bertanya kepadanya, "Mahukah aku tunjukkan kepada engkau seorang perempuan ahli surga?"

Jawab Atha, "Bahkan, siapakah perempuan itu?"

Ibnu Abbas berkata, "Dia adalah perempuan hitam itu, telah menemui Rasulullah saw. mengadu ia telah terserang penyakit ayan."

Sabda Rasulullah saw. kepada perempuan itu, "Jika engkau tahan dan sanggup bersabar maka surga bagimu; sekiranya engkau tidak tahan dan tidak sanggup bersabar... akh akan mendo'akan engkau supaya engkau sehat dan segar."

Apa jawabnya? Perempuan itu menjawab, "Saya tahan dan sanggup bersabar, tetapi tolonglah do'akan agar tidak terbuka aurat saya..."

Demikianlah kemenangan wanita dengan pilihannya sebagaimana termaktub dalam kitab Sahih Bukhari dan Muslim.

Cinta surga. Maka, ketika harus memilih... Pilihlah yang terpenting...
Pilih yang Haq ...
Pilih yang terbaik ...
Pilih yang abadi ...
Pilih yang hakiki ...
Pilih yang membahagiakan ...



Besi itu kuat,
tetapi api dapat melelehkannya.

Api itu kuat,
tetapi air dapat memadamkannya.

Air itu kuat,
tetapi matahari bisa mengalahkannya.

Matahari itu kuat,
Awan bisa menghalanginya.

Awan itu kuat,
tetapi angin mampu memindahkannya.

Angin itu kuat,
tetapi manusia mampu menahannya.

Manusia itu kuat,
tetapi ketakutan bisa melemahkannya.

Ketakutan itu kuat,
tetapi tidur bisa mengatasinya.

Tidur itu kuat,
tetapi mati ternyata lebih kuat.

YANG TERKUAT IALAH KEBAIKAN
KARENA IA TAKKAN HILANG SETELAH MATI


Di saat jama'ah haji wukuf di Padang Arafah, dengan jumlah yang begitu banyak, dan di saat jama'ah sedang berkumpul di Padang yang gersang, panas, berbukit dan berbatu. Ternyata di belahan bumi Allah yang lain, di tanggal 9 Dzulhijjah 1437 H, ada juga semut2 yang berkumpul sangat banyak di tanah yang kering, berbukit dan berbatu.

Mereka berkumpul, laksana semut - semut yang menghadap tentara nabi Sulaiman. Subhanallah...

Ini cuplikan videonya...
Semoga manfaat...



Dari Abu Hurairah ra. Nabi saw bersabda : "Firman Allah swt. : "setiap amal manusia dilipatgandakan pahalanya dari 10 hingga 700 lipat, kecuali puasa hanya untukKu dan AKU membalasnya (melebihi itu), ia menahan syahwat, menahan makan minum karena Aku, dan puasa adalah sebagai perisai bagi pelakunya, dan ada dua kegembiraan baginya yaitu Pertama ketika berbuka, kedua ketika bertemu Tuhannya kelak di hari kiamat". (Hadist Qudsi).

Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Mas'ud, katanya : "Orang yang melakukan puasa di bulan Ramadhan dengan khusyu' (tenang), selalu ingat kepada Allah, melakukan yang halal, dan menjauhi yang haram, tidak melakukan kekejian, pasti diampuni dosa-dosanya, dibangunkan rumah gedung di sorga dari zamrud hijau dan didalamnya yakut merah, khemah permata berlubang, yang dihuni bidadari berhias gelang emas yakut merah yang sinarnya sanggup menerangi bumi seluruhnya".


 
Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. katanya : "Rasulullah saw bersabda : "Pada setiap bulan Ramadhan Allah memberi 5 perkara yang tiada dirasakan oleh ummat lainnya, yaitu :

1. Harumnya minyak kasturi pada mulut ketika berpuasa kelak di sisi Allah;

2. Permohonan ampun dari malaikat bagi yang berpuasa hingga berbuka;

3. Dibelenggunya syetan hingga mereka tiada kebebasan menggoda yang tengah puasa;

4. setiap hari sorga dipercantik bagi orang yang berpuasa, FirmanNya "Hampir para hambaku yang shalih terlepas dari keberatan dan godaan dan kembali kepadamu"

5. Allah mengampuni mereka di akhir ramadhan, ketika ditanya : 'Ya Rasul, di malam lailatul qadar? Bukan, tetapi bayaran seorang pegawai di akhir pekerjaan selesai.

 

 
Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas ra. katanya "Rasulullah saw bersabda "Bahwasanya sorga dipercantik dan diperhias setiap tahun yaitu setiap masuknya bulan Ramadhan, ketika datang malam pertama datang pula angin yang disebut Mutsirah, ia menggoyangkan  daun - daun sorga dan menggerakkan daun pintunya sehingga terdengarlah suara para bidadari di sorga berseru : 'siapakah kira - kira yang meminang kepada Allah untuk mengawini setengah kami, dan mereka bertanya : ' Hai Ridwan, malam apa ini? Jawabnya : 'Hai para bidadari jelita, inilah malam pertama bulan Ramadhan. Lalu Allah berfirman : "Hai Ridwan, bukakanlah pintu - pintu sorga bagi ummat Muhammad". dan hai Malik : Tutuplah pintu - pintu neraka dari ummat Muhammad yang berpuasa, dan Firmannya pula : "Hai Jibril, turunlah ke bumi, belenggu mereka dan lemparkan ke lautan agar tidak mengganggu ummat Muhammad berpuasa. Lagi pula setiap malam Ramadhan Allah berseru 3x : "Orang yang berdoa pasti dikabulkan, dan yang bertaubat pasti diterima, yang mohon ampun pasti diampuni dosanya . 

Lalu diserukan pula : 'Siapakah yang akan menabung pada Dzat Yang Kaya tidak pernah miskin, Yang selalu menepati tiada dhalim,". Dan setiap ramadhan Allah membebaskan sejuta penghuni neraka, bahkan pada hari / malam Jumatnya dibebaskan sejuta perjamnya, kemudian di hari terakhir ramadhan dibebaskan lagi penghuni neraka sejumlah orang yang dibebaskan sejak awal ramadhan, hingga akhirnya. Di malam lailatul qadar malaikat Jibril beserta para malaikat banyak turun berduyun - duyun ke bumi dengan panji hijau yang diletakkan di atas ka'bah , setiapnya membeberkan sayapnya 600 sayap, diantara dua sayap tidak pernah dihamparkan kecuali di malam itu. Mereka memberi salam kepada umat Muhammad yang tengah melakukan shalat, dzikir baik berdiri atau duduk dan menjabat tangannya, mendukung doa atau mengamini mereka hingga terbit fajar.". dan sesudah fajar mereka diseru kembali oleh Jibril, tetapi mereka bertanya, bagaimana dengan hajat ummat Muhammad? Jawab Jibril : Allah memberi rahmat kepada mereka dan memaafkan kesalahannya, kecuali 4 orang, yaitu : 1. Pecandu arak (pemabuk, termasuk di dalamnya narkoba karena termasuk dalam jenis yang memabukkan) 2. Pemberani kepada kedua orang tuanya (durhaka kepada mereka berdua) 3. Pemutus silaturahim, 4. Pemboikot kawan / saudaranya (tidak menyapa) lebih dari 3 hari. 

dikutip dari kitab tanbihul ghafilin karya Al Faqih Abu Laits Samarqandi bab 37 tentang keutamaan bulan ramadhan.
 



Seseorang bertanya kepada ahli ma'rifat kalau dia sulit untuk bangun malam guna melaksanakan ibadah. Ahli ma'rifat itu berkata, "Wahai pemuda ketahuilah..!, lihatlah bagaimana mu'amalahmu di siang hari sebelum kau meminta Qiyamul-Lail".


Ketahuilah sesungguhnya pemberian Allah S.w.t. yang paling agung yaitu memberimu izin untuk melakukan keta'atan. Apa kau kira melakukan keta'atan itu mudah?. Apa kau kira engkau melakukan mu'amalah yang jelek di siang hari Allah akan memanggilmu ke satu waktu yang indah, waktu berkumpulnya para kekasih..!?. Bersungguh-sungguhlah dalam mu'amalahmu di siang hari, agar Allah memanggilmu di malam hari.

Ketahuiilah bahwa Allah S.w.t. menjadikan Qiyamul-Lail sebagai suatu pemberian..!

Oleh karena itu:
¤ Pejamkan matamu dari memandang perkara yang haram
¤ Jaga lisanmu dari perkataan yang tidak ada gunanya (fudhul)
¤ Jangan jadikan telingamu tempat sampah
¤ Jagalah hatimu
¤ Bersungguh-sungguhlah..!
¤ Memohonlah agar Allah memanggilmu untuk berkumpul dan menyerupai orang-orang shaleh di waktu yang sangat mulia itu.

Sebagaimana disebutkan di kitab-kitab terdahulu, bahwasannya Allah S.w.t. memanggil malaikat Jibril dan berfirman "Wahai Jibril..! Bangunkan kekasih-Ku itu, karena aku rindu padanya".

~ Tahukah engkau apa maksud ketika engkau memanggil-Nya di malam hari? artinya bahwa Allah telah mengundangmu..!
~ Taukah engkau makna ketika engkau bermunajat kepada-Nya di malam hari? artinya adalah Allah memanggilmu agar engkau menjawab panggilan-Nya setiap malam..!

Diceritakan ketika seorang sholeh sedang bersujud di atas sajadah bermunajat di malam hari, anaknya mendengar suara yang keluar dari ayahnya "aku.. aku.. aku..", anak tersebut heran lalu mendekati ayahnya seraya berkata: "Wahai ayah apa yang engkau katakan?, Apakah engkau sedang bermimpi?". Lalu orang shaleh tersebut membuka matanya dan berkata: "Wahai anakku, tidakkah engkau mendengar seruan Tuhanmu yang memanggil hambanya setiap malam..

Adakah orang yang meminta ampun..?!
Adakah orang yang memohon taubat..?!
Adakah orang yang meminta surga-Ku.. ?!
Adakah orang yang meminta kedekatan dengan-Ku..?!
Adakah orang yang meminta hajat? maka pasti akan Aku kabulkan semua hajatnya..!

Mendengar panggilan Tuhanku ini, maka aku menjawab-Nya ("aku.., aku.., aku...!").

"Wahai teman-temanku, mudah-mudahan Allah S.w.t. memuliakan kita sehingga memanggil kita untuk bersimpuh di malam hari"

"Ya Allah, jangan kau haramkan kami untuk merasakan kelezatan malam hari"
"Ya Allah, bebaskan kami dari ikatan syahwat dan syaitan yang menghijab kami untuk merasakan lezatnya bermunajah kepada-Mu"
"Ya Allah sudah terlalu lama kau haramkan diri ini dari nikmatnya keimanan"
"Ya Allah umur kami terus bertambah sementara tenaga kami semakin melemah, berikanlah kepada kami hidayah untuk meninggalkan ajakan-ajakan syetan dan hawa nafsu kami"
"Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku memohon, hanya kepada-Mu lah aku mengharap"
"Rubahlah keadaan hamba-Mu yang berlumur dosa ini, bimbing kami ya Allah, kalau bukan engkau yang mengampuni, siapa lagi ya Allah"
"Ya Allah terimalah doa hambamu ini. Amin, amin, Yaa Robbal 'Alamin"

~ Al Habib Hud Al Atthas ~



BERUBAH  ATAU  MENYESAL DI ERA DISRUPTIV TEKNOLOGI.

Kemarin salah satu bank terbesar di Belanda mem-PHK 550 orang Tellernya, ini terjadi karena meningkatnya transaksi  online, bahkan Teller rencananya digantikan dengan robot, kemudian di hari yang sama Pengemudi  angkutan umum mengadakan demo besar-besaran di depan Balai Kota Pemprov DKI, dengan alasan terjadinya persaingan yang tidak sehat antara Angkutan resmi dan Angkutan via online, dengan dasar aplikasi online semua orang bisa mengangkut penumpang, tanpa mengajukan ijin resmi kepada Dishub. Ternyata pemesanan angkutan via online membuat tidak nyaman penghasilan angkutan resmi.

Pusat Grosir Terbesar di Indonesia, Tanah Abang, saat ini sudah mulai sepi,kios-kios yang harga sewanya pertahun hingga ratusan juta sudah tidak seramai dulu, pengunjung malas berkunjung karena penuh sesak, tempat terlalu luas untuk dijelajah, alasan paling utama karena bisa beli via online, tinggal buka web, pilih langsung klik dan pesan via online ngga perlu repot-repot.

Kemarin juga aplikasi online gratis yang menghubungkan antara agent property dengan Developer property di launching, namanya PROJEK, aplikasi ini terinspirasi dari GOJEK yang sudah mewabah di bumi pertiwi, sedehana aplikasi PROJEK dengan tagline EVERYBODY CAN SELL, ingin mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi pedagang, penjual apapun profesi utamanya, cukup mengunduh aplikasinya dan ikuti instruksi yang ada, fee yang diterima oleh agent pun juga sudah tertera diaplikasi tersebut.

Fenomena yang terjadi saat ini didunia sudah mengalami perubahan, ”Dunia semesta semakin mendekat, semakin menempel satu sama lain” kata Jenny M. Xue Kolumnis terkenal yang sering mengisi di kolom Tabloid Kontan, dunia digital marketing membawa orang semakin serasa lebih kenal, lebih dekat, lebih berani terbuka, lebih berani membangun personal branding.

Dan ternyata bukan hanya fenomena tetapi kenyataan yang akan dihadapi terus menerus, dari Dunia Iterasi yang selalu melakukan repetisi lanjut ke Dunia Innovasi dan sekarang dunia terdisrupsi, kata lainnya DOING THE NEW THING THAT MAKE THE OLD ONES OBSOLOTE, ini yang dijelaskan oleh Prof Rhenald Kasali saat launching Aplikasi PROJEK.

Fungsi karyawan yang hanya mencari nafkah berangkat pagi pulang malam, sedikit demi sedikit sudah tergantikan dengan disruption teknologi, peluang bisnis makin zigzag, makin lentur bak roller coaster, masyarakat “miskin modal” dengan ide brilliant bukan halangan mendapatkan penghasilan unlimite, dunia mengakui, angel investor bergerak smooth, they want origin idea yang memberikan solusi bagi dunia, ide tidak hanya mengalir dari para kapitalis ringkih tapi dari “anak muda” yang disebut Gen C (Rhenal Kasali mode on) yang melakukan gebrakan ide yang tak butuh tempat yang ajeg, cyber place is the new place mengkolaborasi ide, bahkan generasi Jelita (Jelang Lima Puluh Tahun)  pun nggak mau kalah, biar umur sudah Jelita, tapi ide2 masih “Muda”, Aplikasi PROJEK diendorsed oleh mereka.

Prinsipnya sekarang kita dunia sudah berubah, secara nilai-nilai yang ajeg kita tetap harus pertahankan, tetapi perangkat, tools, media yang ada harus sudah menjadi fokus kita ke depan, melek teknologi, mensinergikan ide dengan tools tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para entrepreneurs, ada banyak peluang-peluang make money dari disruption era ini, mental block bahwa menjadi karyawan pilihan yang paling nyaman untuk saat ini sebaiknya sudah mulai diubah, ke depan peran–peran pelayanan berulang-ulang sudah tergantikan, Gate Tol saja sdh pakai E-Money, mungkin beberapa tahun ke depan petugas pintu Tol sudah menghilang. So apa yang harus kita lakukan ke depannya :

1. Merubah Mindset
Ubah pola pikir kita tentang dunia ini, kita hidup buat makan atau makan untuk hidup?. Nilai-nilai ketauhidan merubah mindset kita tentang hidup, kalau hidup hanya  bertujuan untuk menyambung hidup, tidak akan ada kemuliaan disitu, kata nabi : “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain”, merubah mindset akan merubah persepsi kita tentang dunia, berbisnis adalah “MENCARI SOLUSI”. Membangun bisnis tujuannya memberikan solusi, Zack Zuckerberg membuat Facebook tujuannya ingin menghubungkan antara manusia satu dengan lainnya, dalam satu plattform yang sama, Google membuat mesin pencari ingin memudahkan orang dalam mengorek informasi, Aplikasi GOJEK dibuat ingin memudahkan orang dalam memesan kendaraan. Jadi ubah mindset kita tentang uang.

2. Akrab dengan teknologi
Hari ini puluhan media sosial sudah bertebaran dijagat maya, dunia semakin dekat, menempel satu sama lain, sudah saatnya keluhan kita terhadap gadget yang makin “menggila” ini disudahi, belajar lah pelan-pelan bagaimana menggunakan medsos di lini online ini, pelajari baik-baik dan bijak, banyak training-training dadakan dari komunitas-komunitas yang bisa diikuti. Semakin cepat kita belajar semakin mudah kita memahami dunia ini.

3. Personal Branding
Make Your Own Idea, dunia yang serba menempel telah “menelanjangi semua orang”, konsisten dan komitmen satu-satunya jalan dalam meleverage personal branding, jadilah diri sendiri, eksplore dengan baik, fokus pada apa yang menjadi kelebihan, tebar aura positif, buat apa adanya. Training-training motivasi dapat menambah “energi postif" kita dalam menaikkan kepercayaan diri dan memelihara motivasi.

4. Bussines Model
Disini letak leverage make money, mulai mencoba membangun ide-ide kreatif dalam mengeksplore ide, jadilah part of solution, dokumentasikan, perbaiki lakukan penetrasi, banyak belajar, banyak silaturahmi, banyak ide-ide yang keluar hingga Disruption Era tampak indah di depan mata.

5. Berkomunitas
Hari gini masih Jomblo??eeh masih bisnis sendiri-sendiri??? Zaman sekarang zaman kolaborasi, zaman partisipasi. Komunitas bisnis, komunitas ide, komunitas hobby merubah persepsi kita tentang mencari modal yang mahal itu. Contoh simpel saja: Ada kawan butuh modal untuk akuisisi lahan property ratusan juta, dengan membroadcast hitung2an modal, keuntungan dalam satu menit langsung anggota komunitas merespon untuk membiayai, ngga perlu presentasi yang serba ribet, sulit, atraktif. Hal ini terjadi karena barrier kognitif dan afektif sudah selesai, sehingga anggota langsung menyambut tanpa perlu banyak tanya. Dengan berkomunitas personal branding akan lebih mudah dibuat.

6. Jurus Marketing Langitan
Ingat..!! Aksi-aksi philantropis akan membuat kita semakin bijak, humble, berdaya guna,berbagi tidak akan mengurangi porsi rejeki malah rezeki semakin menjadi-jadi.

7. Action-action-action
Jangan pernah bosan, hidup didunia hanya sekali, berikan yang terbaik kepada diri anda, orang sekitar, lingkungan hingga agama, bangsa dan negara. Lakukan aksi dan aksi, evaluasi, perbaharui diri, berfikir positif semoga Allah memudahkan langkah kita.

Sekelumit untuk berbagi. Selalu Bertindak Optimis, hati-hati dan Berusaha Sukses Dalam Kemuliaan.


Terkisah Nabi Nuh 'Alaihissalam, yang diuji dengan ummat yang sukar diajak tuk beriman. Terkabar ilahi akan hadirnya banjir bandang. Nabi Nuh AS kemudian membangun kapal diatas gunung nan tinggi. Semua orang mengejek, mencela, bahkan menganggap gila. Tak hanya ummatnya, anaknya pun tak sanggup ia Selamatkan.

Banjir besar pun datang. Menyapu peradaban. Kecuali mereka yang beriman. Yang memilih menaiki bahtera harapan. Itulah sejengkal kisah peradaban. Dihadirkan agar diambil pelajaran.

*****

Kali ini Saya tidak pada posisi membahas kisah Nabi Nuh sebagai seorang ulama. Karena memang Saya tidak pakar dalam hal tersebut. Namun ijinkan hamba nan bodoh ini mengambil ibroh bisnis dari kisah Nabi Nuh.

Kisah Nabi Nuh dan Kapalnya mengusik fikiran Saya semalaman suntuk. Bagaimana kisah Nabi Nuh ini berkesuaian dengan apa yang terjadi dalam dunia bisnis sekarang : disruption atau penggilasan.

*****

Di tahun 1990an, santer terdengar isu tentang perkembangan dunia telekomunikasi. Isu santer itu bernama Global System for Mobile-Communication atau yang disingkat dengan GSM. Ada isu besar, bahwa ada teknologi yang membuat manusia tak lagi berkomunikasi via kabel. Teknologi ini membuat manusia bisa terhubung secara nirkabel.

PT Telkom sebagai raksasa telekomunikasi sedang menikmati indahnya pembayaran tarif telepon fix line. Dengan bersumber dari pembayaran telepon rumah, Telkom sedikit terbuai, namun tidak untuk beberapa orang yang meyakini "Banjir Bandang" akan datang. Banjir Bandang itu bernama GSM.

Sejak tahun 1993, mereka bergerak mendirikan bakal calon anak perusahaan yang kan berteknologi GSM. Dan di tahun 1995, berdirilah Telkomsel.

Membangun Telkomsel di tahun 1995, ibarat membangun Kapal diatas gunung. Tidak sedikit pesimisme dan cibiran berdatangan dari mereka yang tidak "mengimani" banjir bandang GSM. Itulah kabar burung yang Saya dengar dari para pendiri Telkomsel di generasi pertama. Mereka seakan orang-orang aneh dalam sejarah.

Di tahun awal-awal pendiriannya, Telkomsel cukup terseok menghadirkan layanan. Pelanggan pun masih sangat minim. Maklum, tekonologinya masih belum merata.

Sejarah berlalu, banjir bandang pun terjadi. Arus GSM mengalir keras ke peradaban. Perangkat mobile phone menyesaki saku-saku penduduk Indonesia. Peradaban telepon rumah seakan ditinggalkan. Sebagian dipertahankan untuk sekedar syarat pencairan kredit bank.

Kini, konon Telkomsel memasok mayoritas pendapatan Telkom Group. Perusahaan yang dahulu dicibir ini mendadak menjadi "Bahtera Nuh" bagi perusahaan raksasa telekomunikasi Indonesia. Selamat.

*****

Sejalan dengan cerita Nabi Nuh, teknologi GSM ini hadir bersamaan dengan teknologi internet, surel dan kerabatnya. Sebuah perusahaan jasa pengiriman nasional yang tak bisa Saya sebutkan namanya, entah bagaimana, tidak begitu mengimani kabar hadirnya "Banjir Bandang" Teknologi.

Kini perusahaan tersebut bertahan walau berat. Andai perusahaan tersebut sempat membangun "Bahtera Nuh"-nya, Saya yakin, keadaan perusahaan tersebut tak akan seperti saat ini.

Aset-aset perusahaan tersebut kini mulai menua dan tak terawat. Model bisnis mereka kini mulai direvolusi menjadi payment gateway dan ekspedisi barang. Walau terseok, mereka tetap bertahan. Persis seperti kampung paska banjir : recovery nya berat.

*****

Ada beberapa hal yang dapat kita petik ambil pelajaran :

1. Banjir Bandang Pasti Datang

Dalam dunia yang terus bergerak, perubahan adalah hal yang pasti terjadi. Yang jarang disadari adalah... perubahan yang terjadi akan berdampak seperti banjir bandang.

Perhatikan hal berikut ini,

Anda berbisnis di industri kapal feri. Sebuah moda angkutan laut jarak pendek. Biasanya menghubungkan pulau antar selat. Apa yang terjadi jika pemerintah berhasil membangun jembatan atau terowongan bawah laut? Banjir bandang.

Anda berbisnis jualan pulsa, bagaimana jika suatu hari dunia terkoneksi internet, sehingga orang tidak perlu lagi membayar pulsa untuk berkomunikasi? Banjir bandang.

Anda memiliki bisnis kursus bahasa inggris, bagaimana jika suatu saat, ada platform edukasi bahasa inggris yang tidak lagi membutuhkan kehadiran fisik peserta didik? Banjir bandang.

Bisnis apa pun yang kita lakukan hari ini, tidaklah lepas dari ancaman banjir bandang. Karena begitulah dunia terus berubah

2. Bangunlah Bahtera Nuhmu

Banjir Bandang adalah keniscayaan, namun hal itu bukanlah ancaman ketika Anda berhasil membangun Kapal diatas gunung. Seperti Telkom yang berhasil membangun Telkomsel, Seperti Trans Grup yang berhasil memodifikasi Mallnya menjadi wahana rekreasi, karena mereka menyadari.. bahwa orang tidak akan lagi datang ke mall untuk berbelanja, namun untuk rekreasi. Dan biarkan impulse buying sebagai trigernya.

Apakah Anda sudah membangun kapal Nuh Anda?

3. Yang menghina hanya akan tenggelam

Lihatlah kisah Nabi Nuh, mereka yang menghina akhirnya larut bersama banjir bandang.

Ini persis seperti kesadaran Kodak akan kamera digital. Mereka mentertawakan konsep camera digital yang tidak memiliki film didalamnya. Kodak mentertawakan kapal Nuh yang dibangun canon. Dan sekarang kodak tenggelam dalam "kekufurannya"

Begitulah nokia, yang mentertawakan android, dimana nokia sangat mengagung-ngagungkan syimbian nya. Dan akhirnya mereka harus tenggelam bersama kesombongannya.

Begitulah biro-biro travel yang tidak move on ke perilaku digital. Mereka harus gigit jari melihat Traveloka melahap hampir seluruh market share penjualan tiket mereka. Mereka tenggelam bersama banjir bandang perubahan.

*****

Semoga Allah melindungi kita semua, dari Banjir Bandang yang tak kuasa kita atasi.



Terlalu indah untuk tidak diteruskan.

Kiriman Dr. Hidayat Nur Wahid:
Alangkah bahagianya diriku. Saya mendapatkan kiriman dari seorang sahabat nun jauh di sana..
Seorang sahabat yang sekarang sedang sibuk menjadi Menteri Urusan Islam di negaranya.
Namun kesibukannya tidak menjadikannya lupa kepada diriku yang jauh darinya di sini.
Tidak lupa untuk memberi nasihat yang sangat luar biasa ini.
Saya pun meneruskan nasihatnya agar diri yang lemah ini pun mendapatkan bagian dari kebaikan meneruskan nasihat kebaikan
Semoga bermanfaat…
Selamat menyimak

عِبَادَةٌ غَالِيَةٌ عِنْدَ اللهِ، قَلِيْلَةُ الْوُجُوْدِ بَيْنَ النَّاسِ ..

Ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah SWT, sayangnya, keberadaannya di tengah manusia sangat sedikit

(هِيَ صَفَاءُ الْقَلْبِ)
Yaitu: Hati yang Jernih

- قَالَ بَعْضُهُمْ: كُلَّمَا مَرَرْتُ عَلَى بَيْتِ مُسْلِمٍ مَشِيْدٍ دَعَوْتُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ !؟
Sebagian mereka berkata, “Setiap kali melewati rumah megah milik seorang Muslim, saya berdo’a semoga Allah SWT memberkahinya.”

- وَقَالَ بَعْضُهُمْ: كُلَّمَا رَأَيْتُ نِعْمَةً عَلَى مُسْلِمٍ (سَيَّارَةً، مَشْرُوْعًا، مَصْنَعًا، زَوْجَةً صَالِحَةً، ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ...) قُلْتُ: اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مُعِيْنًا لَهُ عَلَى طَاعَتِكَ وَبَارَكَ لَهُ فِيْهَا !

Sebagiannya lagi berkata, “Setiap kali melihat satu kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, anak keturunan yang baik), saya berkata: ‘Ya Allah..Jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’”!

- وَقَالَ آخَرُ: كُلَّمَا رَأَيْتُ مُسْلِمًا يَمْشِيْ مَعَ زَوْجَتِهِ، دَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُؤَلِّفَ بَيْنَ قَلْبَيْهِمَا عَلَى طَاعَتِهِ.

Ada juga yang berkata, “Setiap kali melihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah semoga Allah SWT menyatukan hati keduanya dalam rangka taat kepada Allah SWT”.

وَقَالَ بَعْضُهُمْ: كُلَّمَا مَرَرْتُ عَلَى عَاصِيْ، دَعَوْتُ لَهُ بِالْهِدَايَةِ.

Ada lagi yang berkata, “Setiap kali bertemu pelaku maksiat, saya berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah kepadanya”.

وَآخَرُ يَقُوْلُ: أَنَا أَدْعُو اللهَ أَنْ يَهْدِيَ قُلُوْبَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ، فَتُعْتَقُ رِقَابُهُمْ، وَتُحْرَمُ وُجُوْهُهُمْ عَلَى النَّارِ.

Yang satu ini berkata, “Saya selalu berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, lalu leher mereka terbebas dari belenggu dan wajah mereka terhindar dari neraka”.

وَقَالَ آخَرُ: عِنْدَ نَوْمِيْ أَقُوْلُ: يَا رَبِّ، مَنْ ظَلَمَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فَقَدْ عَفَوْتُ عَنْهُ، فَاعْفُ عَنْهُ، فَأَنَا أَقَلُّ مِنْ أَنْ يُعَذَّبَ مُسْلِمٌ بِسَبَبِيْ فِي النَّارِ ..
Yang ini lain lagi perkataannya: “Setiap kali mau tidur, saya berkata: ‘Ya Allah Rabb-ku, siapa pun kaum Muslimin yang men-zhalimi diriku, sesungguhnya aku telah memaafkannya. Oleh karena itu, maafkanlah dia karena diriku terlalu hina untuk menjadi penyebab seorang Muslim tersiksa di neraka gara-gara aku’”.
قُلُوْبٌ صَافِيَةٌ مَا أَحْوَجَنَا إِلَى مِثْلِهَا !!

Semua itu adalah hati-hati yang jernih. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati semisal ini.

اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا مِنْهَا، فَإِنَّ الْقُلُوْبَ الصَّافِيَةَ سَبَبٌ فِيْ دُخُوْلِنَا الْجَنَّةَ ..

Ya Allah..Jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﺍﻟْﺒَﺼْﺮِﻱُّ ﻳَﺪْﻋُﻮْ ﺫَﺍﺕَ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ وَيَقُوْلُ: ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ اﻋْﻒُ عَمَّنْ ﻇَﻠَﻤَﻨِﻲْ .. ﻓَﺄَﻛْﺜَﺮَ ﻓِﻲْ ﺫَﻟِﻚَ!

Pada suatu malam, al-Hasan al-Bashri berdo’a, “Ya Allah, berikanlah maaf kepada siapa saja yang men-zhalimi diriku”… dan ia terus-menerus berdo’a demikian!

ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺟُﻞٌ: ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﺳَﻌِﻴْﺪٍ ... ﻟَﻘَﺪْ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻚَ اللَّيْلَةَ ﺗَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻤَﻦْ ﻇَﻠَﻤَﻚَ، ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻤَﻨَّﻴْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮْﻥَ ﻓِﻴْﻤَﻦْ ﻇَﻠَﻤَﻚَ. فَمَا ﺩَﻋَﺎﻙَ ﺇِﻟَﻰ ﺫَﻟِﻚَ؟

Maka seorang lelaki berkata, “Wahai Abu Sai’d .. Sungguh, tadi malam aku telah mendengar engkau mendo’akan baik orang yang men-zhalimimu, sehingga aku berangan-angan kalau saja aku termasuk yang men-zhalimi dirimu. Apa sih yang membuat engkau berbuat demikian?

ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : {ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﻔَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺢَ ﻓَﺄَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ} [الشورى: 40]

Al-Hasan menjawab: “Allah SWT berfirman: "... Barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada yang berbuat jahat kepadanya), maka pahalanya dari Allah’”. (Q.S. Asy-Syura: 40).

ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻗُﻠُﻮْﺏٌ ﺃَﺻْﻠَﺤَﻬَﺎ ﻭَﺭَﺑَّﺎﻫَﺎ الْمُرَبُّوْنَ وَالْمُرْشِدُوْنَ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، فَهَنِيْئًا لَهَا الْجَنَّةَ.

Sungguh, itu semua adalah hati yang menjadi shalih dan telah dibina oleh para murabbi dan para mursyid dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka.. selamat atas surga yang didapatkannya.

لَا تَحْزَنْ عَلَى طِيْبَتِكَ؛ فَإِنْ لَمْ يُوْجَدْ فِي الْأَرْضِ مَنْ يُقَدِّرُهَا؛ فَفِي السَّمَاءِ مَنْ يُبَارِكُهَا.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

حَيَاتُنَا كَالْوُرُوْدِ، فِيْهَا مِنَ الْجَمَالِ مَا يُسْعِدُنَا، وَفِيْهَا مِنَ الشَّوْكِ مَا يُؤْلِمُنَا.
Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita berbahagia, namun padanya pula terdapat duri yang menyakiti kita.

مَا كَانَ لَكَ سَيَأْتِيْكَ رَغْمَ ضَعْفِكَ!! وَمَا لَيْسَ لَكَ لَنْ تَنَالَهُ بِقُوَّتِكَ!!

Apa saja yang telah (ditakdirkan) menjadi milikmu akan datang kepadamu meskipun engkau begitu lemah!!
Dan apa saja yang telah (ditakdirkan) bukan menjadi milikmu, engkau tidak akan mendapatkannya dengan kekuatanmu!!

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى نِعَمِهِ وَفَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ..

Segala puji bagi Allah atas segala limpahan nikmat, karunia dan kebaikan-Nya...

أَسْعَدَ اللهُ أَيَّامَكُمْ بِكُلِّ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ

Semoga Allah SWT menjadikan hari-harimu penuh bahagian dengan segala kebaikan dan keberkahan.



..."Jika suatu masa kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak ketawa anak anak riang diantara shaf shaf solat di masjid masjid, maka sesungguhnya takut lah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian masa itu"...

Silahkan  perhatikan masjid kawasan kalian  Sunyi atau masih ramaikah  dengan celoteh dan canda khas  anak anak atau sdh terasing dari masjid dg khusuk di depan TV dan game dan gadget, Jangan pernah larang mereka utk ke mesjid dg alasan ribut dan mengganggu " kekhusyuan" shalat .karena ketika hilang suara suara kecil mereka di Mesjid itu tanda keruntuhan dan jatuh nya generasi mendatang..# bawa anak ke masjid.



-Masa muda masa mencari jati diri dan ingin eksis serta diakui, masa mencari-cari perhatian dunia, itulah pemuda

-Semua potensi ada di pemuda, mulai dari semangat, waktu luang dan tenaga

-Akan tetapi jika tidak diarahkan, maka pemuda bisa rusak karena salah satu penyebab kerusakan pemuda adalah TIDAK ADA KEGIATAN POSITIF DAN BANYAK WAKTU LUANG TERBUANG

-Dengan gairah pemuda dan ingin eksis serta perhatian, maka waktu kosong tersebut di isi dengan kegiatan negatif atau minimal sia-sia
misalnya:
√ nongkrong tidak jelas dan akhirnya menganggu
√ kebut-kebutan di jalan

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata,

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”

Inilah kaidah kehidupan, bahwa jika kita tidak mengisi kehidupan kita dengan kegiatan positif, kita tidak mencari kegiatan positif, maka pasti kita isi dengan kegiatan yang negatif atau minimal sia-sia dan kurang bermanfaat. Apalagi bagi seorang pemuda yang jiwanya masih bergelora.

-Dalam suatu hadits tidak akan bergeser kaki hamba sampai di tanya 4 hal, yaitu umur, masa muda, harta dan ilmu
PADAHAL masa muda adalah bagian dari umur, tetapi ditanya lagi
artinya masa muda sangat penting dan kelak akan di pertanggung jawabkan



Diantara keistimewaan yang telah Allah karuniakan kepada ummat islam adalah Dia menjadikan bumi sebagai (tempat yang) suci, dan sebagai masjid (tempat untuk bersujud). Okeh sebab itu, bagi setiap muslim, jika waktu sholat tiba, ia dapat melaksanakan shalat dimanapun ia berada. 

Abu Dzar meriwayatkan bahwa ia bertanya, "Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?" 
Beliau menjawab, "Masjidil Haram."
Saya bertanya lagi, "Lalu yang mana?"
Beliau menjawab, "Masjidil Aqsha".
Saya kembali bertanya, " Berapa lama jarak waktu antara keduanya itu?".
Beliau menjawab, "Empat puluh tahun."
Kemudian beliau bersabda, "Di tempat mana pun kamu berada, dan waktu sholat twlah tiba, maka sholatlah disana, karena tempat itu masjid." 

Menurut satu riwayat, "Seluruh tempat adalah masjid."

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih Bukhari, oleh Muslim di dalam shahih Muslim, kitab al-Masajid. Okeh Nasa'i di dalam sunan Nasa'i, oleh Ibnu Majah di dalam sunan Ibnh Majah.




Rasul saw. bersabda : Lima orang ditolak sholatnya, yaitu :

1.  Wanita yang berani (marah-marah) pada suaminya.

2.  Pembantu (hamba) yang melarikan diri, hingga pulang ke majikannya.

3.  Mendiamkan (tidak bertanya/menyapa) saudaranya, lebih dari 3 hari.

4.  Langganan tetap (peminum) arak / khamar.

5.  Imam yang dibenci jama'ahnya.

(H.R. dari Anas Malik)

Kebencian pada dasarnya terbagi dua, yaitu :
1. Kebencian yang dibenarkan.
2. Kebencian yang salah.

Adapun kebencian yang dibenarkan, ada 2 faktor penyebabnya yaitu :
a. Akibat akhlaknya kurang baik,
b. Akibat bacaannya banyak salah (kurang tepat).

Maka jika seorang Imam dibenci jamaahnya akibat dua faktor tersebut di atas, sebaiknya tret (prei) dulu, jangan diteruskan menjadi imam, efeknya berat kelak.

Akan tetapi jika faktor penyebabnya, hanya karena imam selalu menganjurkan kebaikan, kemudian jama'ahnya membenci, ini namanya kebencian yang salah. Dan Imam harus tetap menjalankan misinya, jangan pedulikan mereka. (Demikian Al Faqih Abu Laits Samarqandi menjelaskan)



Al Faqih dari Abdul Wahab, Muhammad Fadl-lany Samarqady, dengan sanadnya dair Anas Malik ra. Rasul saw. bersabda : Pada hari kiamat 3 orang akan berdiri di atas gunung kasturi, mereka tidak kacau dengan adanya hisab, dan tidak pula bingung akibat dahsyatnya hari Kiamat, mereka itu ialah :

1. Seorang  Imam Jama'ah sholat, yang disenangi, disegani dan diikuti masyarakat (jama'ah)nya.

2.  Seorang Muadzin (petugas adzan) sholat 5 waktu, yang semata hanya mengharap ridha Allah swt.

3.  Seorang pembantu (hamba) yang taat kepada Allah dan majikannya.




Nabi Saw. bersabda " Lima orang kujamin masuk surga, yaitu :

1.  Wanita shalih yang taat pada suaminya.

2.  Anak Shalih yang taat pada kedua orang tuanya.

3.  Orang yang meninggal di tengah jalan (perjalanan menuju) ke Mekkah        (demi menunaikan ibadah haji dan lain-lain)

4.  Orang yang baik budi pekertinya (akhakul karimah).

5.  Orang yang adzan (Muadzin) karena Allah, yakni berlandaskan iman dan harapan pahala Allah.

(Dari Sa'id Khudry ra.)


 Al Faqih meriwayatkan dari Abu Qasim Abdirrahman Muhammad, Faris Mardawiyah, Muhammad Fadlil, Ali Yunus Abid, Abu 'Aun Bashry, Salmah Dlirar, Warga Syiria katanya Ada orang menghadap dan mohon kepada Nabi saw. katanya :"Terangkanlah amal yang dapat mengantarkan aku ke sorga! Jawab Beliau Saw. "Jadilah Muadzin penghimpun sholat berjama'ah, katanya : Jika tidak mampu? Jadilah Imam Sholat Berjama'ah dengan mereka. katanya Jika tidak bisa? Berdirilah di Shaf pertama setiap sholat". 

bahkan sebab diturunkannya ayat di bawah ini, adalah dalam mengutamakan para muadzin (orang yang adzan) :

وَمَنْ اَحْسَنَ قَوْلًامِمٌَنْ دَعَااِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ اِنٌَنِى مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ

ARTINYA : "Siapakah orang yang lebih baik ucapannya melebihi orang yang mengajaka manusia menghadapa Allah (untuk melakukan sholat) dan beramal shalih (sholat sunnah di antara adzan dan iqomah) dan ia menyatakan bahwasanya aku adalah orang muslim".

Selanjutnya Waki'meriwayatkan dari Abdullah Walid, Muhammad Nafi', dari 'Aisyah ra.Nabi saw. bersabda, Bagi Muadzin diampuni dosanya sejauh suaranya, dan pahala baginya sejumlah pahala orang yang sholat berjama'ah bersamanya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala dari mereka".

Rasul saw. bersabda : "Orang sakit adalah tamu Allah sepanjang menderita sakit, setiap hari amalnya ditingkatkan sejajar dengan 70 orang mati syahid, setelah sembuh dibersihkan dosanya seperti baru dilahirkan oleh ibunya, dan jika mati dimasukkan surga tanpa hisab. sedan Muadzin seperti petugas keamanan pintu Allah, setiap kali adzan pahalanya sejumlah pahala para Nabi (1000 Nabi), Imam adalah mentriNya, setiap sholat disediakan 1000 pahala orang jujur (sidiq), dan Orang 'Alim  adalah wakilNya, setiap menyampaikan hadits (petuah) ditulis beribadah 1000 tahun, dan Santri / pendengar / pengikut pengajiannya yang belajar baik pria maupun wanita adalah pembantu Allah, tiada balasan bagi mereka kecuali sorga". (Hadits dari Sa'ad Abi Waqash, Khaulah Hakam Salmiyah) 

Muadzin diibaratkan petugas keamanan pintu Allah, hanya sebagai tamsil / perumpamaan saja, karena ia memberi waktu demi menghadap Allah bagi para manusia. dan Imam MentriNya, karena ia diikuti jama'ah (orang-orang) ketika Sholat. (Demikian Al Faqih menjelaskan)  

Sabda beliau saw. Muadzin dimapuni dosanya, sepanjang / sejauh suaranya, hal ini dibenarkan semua lapisan benda (baik yang hidup atau mati, yang basah atau yang kering).

Seruan Sa'id Khudry ra. ketika berada di ladang atau tempat terbuka, maka kumandangkanlah adzan sekerasnya! karena Rasul saw. bersabda : "Semua mahluk mulai dari pohon, batu, pasir, manusia atau jin yang mendengar suara adzan (dari seorang muadzin) pasti bersedia menjadi saksi kelak di hari kiamat baginya di sisi Allah swt.

Nabi Saw. bersabda : "Allah kelak membangkitkan Bilal (Muadzin Rasul saw.) di hari Kiamat, berkendaraan onta (kendaraan) sorga seraya mengumandangkan adzan di atas kendaraannya, dan ketika sampai pada : ASYYHHADU ALLAAILAAHHAILLALLAAHH, ASYHHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAHH, maka setiap orang saling memandang, sahutnya "Kami menyaksikan apa yang kau saksikan", hingga ke mahsyar, di mahsyar disambut dengan perhiasan sorga, dan bilal adalah orang pertama, lalu orang-orang shalih dari para muadzin". (Al Faqih: dari Muhammad Fadlil dengan sanadnya dari Mu'adz Jabal ra.)

Di hari kiamat, Muadzin sangat panjang lehernya dari semua manusia, dan yang pertama ditahkim adalah para Nabi, para Syuhada, dana para Muadzin. Dari sekian banyaknya muadzin, yang pertama diseru adalah Muadzin Ka'bah (Masjid Haram), lalu Masjidil Aqsha, kemudian masjid - masjid lainnya". (H.R. Qatadah dari Abu Hurairah ra.)

"Seandainya aku jadi Muadzin, pasti tidak perduli lainnya, sekalipun tidak ikut jihad(perang Sabil)". demikian kata Ibnu Mas'ud dan hal serupa juga dikatakan oleh Sa'ad Abi Waqash ra.

Bahkan Umar bin Khattab ra. mengatakan "Seandainya aku jadi Muadzin, pasti tidak perduli lainnya, sekalipun tidak haji sunah, asalkan haji wajid sudah dilakukan".

Kemuliaan dan keutamaan muadzin juga disampaikan oleH Ali Thalib ra. dengan katanya "Sedikitpun tiada kusesalkan, kecuali permohonanku kepada Nabi saw. seandainya petugas adzan (Muadzin) itu dipercayakan kepada Hasan - Husin (Putra Ali dan Cucu Beliau Saw.) 

Daerah / kota yang banyak Muadzin (suara adzan)nya, pasti berkurang dinginnya (penderitaan atau bencananya). (Al Hadits).

Nabi saw. bersabda : Ketika Muadzin mengumandangkan suara adzannya, maka syetan terbirit-birit (lari) sejauh Rauha-k (sekitar 30 mil dari Madinah)". (H.R. Jabir Abdullah).

"Muadzin dipercaya memegang amanat, bagi umat(masyarakat muslim), tentang jadwal waktu shalat dan puasa, oleh karena itu harus benar- benar memperhatikan hal tersebut agar tidak sampai membingungkan masyarakat. Adzan Fajar (Shubuh) jangan dikumandangkan, kecuali jika Fajar telah terbit, agar tidak mengaburkan sahur dengan sholat subuh, dan Adzan Magrib jangan dikumandangkan, kecuali jika matahari sudah terbenam, agar tidak mengaburkan buka puasa umat. 

Rasul saw. bersabda: " Para Muadzin yang melakukan tugasnya dengan ikhlas mengharap pahala Allah, kelak di hari Kiamat bangkit dari kuburnya mengumandangkan Adzannya, semua mahluk yang mendengar bersedia menjadi saksinya (baik) batu, pohon, pasir, manusia dan benda - benda basah atau kering. Dan Allah mengampuni dosanya sejauh suara kumandangnya, baginya diberi pahala orang - orang jama'ah shalat karena suara adzannya, dan dikabulkan permohonannya diantara adzan dan iqamat. (pahalanya) terkadang disegerakan di dunia, atau disimpan di akherat, atau diselamatkan dari bahaya, mereka adalah orang pertama yang menerima pakaian sorga sesudah nabi Ibrahim as., Nabi Muhammad saw dan para Nabi-Rasul (baru kemudian para Muadzin). Mereka disambut oleh malaikat (70.000 malaikat) dan diantar dengan kendaraan Yakut Merah dari Kubur sampai Mahsyar. (H.R. Jabir Abdullah). 

Ada 3 orang yang diselamatkan dari siksa kubur, yaitu :
1. Muadzin
2. Para Syuhada
3. Orang mati di malam / hari Jum'at.
(Demikian Ibnu Abbas ra.)   

disalin dari kitab tanbihul ghafilin karangan Al Faqih Abu Laits Samarqandi.




Seorang mukmin senantiasa berbaiksangka pada saudaranya. Tapi praduga mulia bukanlah penghenti saling menasehati. Sebab cinta bukanlah penjamin mesra dunia; melainkan alasan, untuk bersama ke surga. Inilah sikap adilnya, juga kesejatian cintanya; yaitu untuk menjaga agar ia sempurna kelak di kehidupan yang abadi.

Apakah dengan begitu antar mukmin pencinta dapat terjadi sengketa di dunia?

Ya. Maka dalam firman tentang persaudaraan di Surat Al Hujurat ayat 10 ada kalimat lanjutan tentang kemungkinan itu sekaligus menegaskan peran pengishlah sebagai yang paling mulia, "..Maka damaikanlah antara kedua saudara kalian."

Ukhuwah itu tak meniadakan masalah. Hanyasanya ia mendampinginya agar berakhir indah. Bahkan jika pendamaian itu belum tuntas di dunia, ia akan berujung ke ayat yang dibaca Sayyidina 'Ali saat memangku mesra putra Thalhah dan Zubair yang masih kecil sebakda beliau berseteru dengan ayah mereka:

“Dan Kami cabut segala sesak dan rasa terluka di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan.” (QS Al Hijr [15]: 47)

Sebab di hadapan pengadilan Allah nanti, dua yang bersaudara dalam iman bisa jadi yang satu mendakwa yang lain. Tapi berbeda dengan penghakiman biasa di mana pahala si tertuntut diambil tuk membayar khilafnya, atau dosa penggugat ditambahkan pada tergugat; ada ganti yang ditawarkan.

"Angkat kepalamu hai Fulan!", perintah Allah pada si penuntut sebagaimana diriwayatkan Imam Ath Thabary. Maka hamba ini menaikkan pandangan dan menyaksikan istana ratna mutu manikam yang begitu megah di tengah taman surga yang membentang hijau amat jelita.

Takjub ternganga, hamba itu bertanya, “Duh Rabbi; bagi Nabi siapakah istana ini? Atau milik orang shiddiq yang mana ia? Atau kepunyaan pahlawan syahid zaman apa pula?”

Allah berfirman; “Istana ini akan jadi milik siapapun yang mampu membayar harganya.”

Penggugat itu terbelalak & bertanya.
“Berapakah harganya Ya Rabbi? Dengan apakah orang yang menginginkan akan membayarnya? Siapakah yang beruntung memilikinya?”

Allah berfirman; “Jika kau maafkan saudaramu itu, niscaya istana ini kan jadi milikmu!”

Maka dia berteriak gembira, “Demi kemuliaan dan keagunganMu; sungguh kini aku telah memaafkan saudaraku!”

Maka Allah karuniakan istana kemaafan itu; Dia hapuskan dendam di hatinya, hingga mereka kembali bersaudara, bahkan bertetangga di surga. Cinta orang-orang bertaqwa, memang baru akan sempurna di surga.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Yang Maha Pengasih akan jadikan di hati mereka rasa cinta yang dalam." (QS Maryam [19]:96)

Majelis Jejak Nabi Bandung, 27 Februari 2016



______________________________

Sebagaimana firman Allah:

 رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah..." {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
"Maka aku dapat melaksanakan umroh"
"Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa" dll?

Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya...

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama org org yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mrk sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mrk...

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim) *

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah...

Dan sedekah yg paling utama saat ini adalah; menyebarkan broadcast ini dengan niat sedekah,

Karena siapa saja yg mempraktekkan isi broadcast ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kmbali kpd anda insyaAllah

Oleh:
Syeikh Maher al-Mueaqly hafidzahullah
[Imam Masjidil Haram]



TELAH bercerita kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula membuang air besar (tinja).

Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, lat penghnagtan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik.

Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang”. (HR. Bukhari: 3006).[]



Oleh: Musyafa Ahmad Rahim

Alkisah..

Tersebutlah ada satu keluarga yang memelihara seekor kucing. Dididiknya kucing piaraannya itu sehingga dapat mengerjakan sebagian tugas-tugas rumah dengan baik.

Pada suatu kali, keluarga itu mendapatkan tambahan anggota baru dengan lahirnya seorang anak lelaki yang sangat tampan dan menarik perhatian.

Rasa bahagia semakin tampak pada keluarga itu. Termasuk si kucing pun ikut terlihat berbahagia.

Hari demi hari keluarga itu mengekspresikan kebahagiaan mereka kepada sang bayi, dan si kucing pun juga bersikap lembut dan sayang kepada anggota keluarga baru yang masih memerah tersebut dan sama sekali tidak ada tanda-tanda atau gejala-gejala bahwa si kucing hendak menyakiti si bayi.

Pada suatu hari, ibu sang bayi sedang ada suatu hajat, sehingga ia tidak bisa menunggui sang bayi. Sang ayah pun berada di depan rumah, sedang bersih-bersih pekarangan; membabati rumput yang meninggi dan tidak beraturan, mencangkuli tanah yang perlu dicangkul dan sebagainya. Intinya membersihkan dan merapikan halaman depan rumah agar tampak lebih indah dan menawan. Sementara si kucing, tadinya tampak “bermain” dan “bercanda” dengan si bayi yang masih menggeletak di atas tempat tidur yang kaki-kaki ranjangnya sudah dilepas, dengan maksud agar sang bayi tidak menggelundung jatuh.

Saat sang ayah merasa haus, dengan tangan kanan masih memegang celurit tajam, ia bermaksud memasuki rumah hendak minum.

Betapa terkejutnya sang ayah saat melihat si kucing mulutnya berlumuran darah, dan pada bulu tubuhnya pun banyak terdapat darah segar, dan si kucing menampakkan ekspresi kebanggaannya di hadapan sang ayah.

Tanpa pikir dan pertimbangan panjang, sang ayah pun mengayunkan celuritnya kepada si kucing. Clurit itu dengan tepat mengenai tubuh si kucing yang seketika mati berlumuran darah. Belum puas bahwa sekali babat kucing itu mati, clurit pun diayunkan sekali lagi dan sekali lagi, untuk memastikan bahwa si kucing telah benar-benar mati, dan untuk melampiaskan “dendam”-nya.

Betapa tidak, bukankah darah segar pada mulut kucing itu, dan juga lumuran darah pada tubuhnya, juga ekspresi kebanggaannya menunjukkan bahwa baru saja si kucing menyakiti sang bayi?! Atau bahkan telah membunuhnya?! Atau bahkan telah memakannya?!

Sang ayah baru tersentak, tersadar dan terbangun dari “nafsu kesetanannya” saat melihat istrinya menggendong anaknya, dalam keadaan segar bugar, sehat wal afiat, tidak terjadi sesuatu apa pun padanya.

Justru ibu sang bayi itu lah yang menjerit melihat suaminya seperti “kesetanan” mencincang si kucing!! Seraya mengatakan: "Berhenti! Sarungkan clurit itu! Simpan! Kucing tidak salah! Justru kucing inilah pahlawan kita!"

Masih diliputi oleh campur aduk perasaan antara dendam kepada kucing di satu sisi, dan suara-suara pengingatan dan bentakan istrinya di sisi yang lain, sang suami melepaskan cluritnya, sambil masih dengan perasaan bingung tidak karuan, ia bertanya kepada istrinya: “Apa yang terjadi?”

Kata sang istri: “Lihat ke dalam rumah!”

Ternyata, di sana, di dekat tempat tidur sang bayi terdapat bangkai ular yang sudah terkoyak-koyak sedemikian rupa!!

Seketika, sadar lah sang ayah, berarti, kucing piaraannya ternyata adalah "pahlawan" keluarganya. Dialah yang telah berkelahi mati-matian untuk membela bayinya. Berkelahi dengan seekor ular yang bisa jadi akan “memangsa” bayinya.

Kucing itu, dalam perkelahian dan pegumulannya dalam melawan ular, telah menjadikan mulut dan seluruh tubuhnya berlumuran darah...

Maka, dapat dibayangkan, betapa dalam penyesalan sang ayah atas tindakannya yang telah mencincang dan memutilasi kucing pahlawannya sedemikian rupa!!


---------

Ya Rabb....

Ya Ikhwah,
Jangan Salah Sangka, Kenali Pahlawanmu....


Kajian Tafsir Odojer Pangkalan Bun, Kal-Teng kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Pebruari 2015 di Masjid Agung Riyadhussholihin. Menurut Siti Halijah, selaku ketua PD Odojer Kotawaringin Barat, kegiatan ini berlangsung atas kerjasama ta'mir Masjid Agung Riyadhussolihin  dengan Pengurus Komunitas One Day One Juz Pangkalan Bun. 

Dalam kajian tafsir kali ini, Ust. Muhammad Ichsan menyampaikan tafsir  surah Abasa, surat ke 2 pada juz 30 tepatnya sesudah surat An Naba. Dalam penyampaiannya, Ust Muhammad Ichsan menyampaikan bahwa Surat Abasa, adalah surat ke 80 dari 114 surat, dan merupakan surat yg diturunkan di Mekkah. Dengan jumlah ayat sebanyak 42. 

Sebab turunnya surat Abasa, 
Banyak sekali dalam alquran, Allah menggambarkan berbagai ekspresi wajah manusia. Dimulai dari yg bahagia, ceria sampai yang sedih.

Pada saat rasul sedang melakukan pendekatan dakwah kepada para tokoh quraish, datanglah abdullah Abdullah ibnu Ummi Maktum yang buta lagi fakir untuk belajar islam dengan langsung berkata "Ya Rasulullah ajari aku apa-apa yang Allah ajarkan pada dirimu". Karena kondisi ia yang buta dan tidak mengetahui di sekitar rasul ada orang lain, maka ia pun mengulangi permintaannya berulang -ulang sehingga akhirnya rasul merasa risih dan kemudian bermuka masam dan berpaling. Sehingga Allah swt menegur beliau dengan turunnya awal surat Abasa.

Setelah turunnya wahyu itu, maka rasulullah saw. Amat sangat menghargai akan Abdullah ibnu Ummi Maktum yang selalu haus akan ilmu, tawadhu, dan senantiasa banyak mengingat Allah dan takut kepada Allah swt. Sehingga Abdullah ibnu Ummi Maktum amat diperhatikan Allah. Dengan meminta kekasihnya Rasulullah Muhammad saw tuk tidak berbuat demikian kepada hamba Allah, Abdullah ibnu Ummi Maktum yang dimuliakan di sisi Allah swt.

Sehingga ketika rasul pergi berperang, maka rasul meminta Abdullah ibnu Ummi Maktum tuk jadi imam di Madinah. 

Jadi, dengan teguran dalam surat ini, rasulullah saw tidak pernah lagi bermuka masam kepada orang -orang fakir, dan memberikan penghormatan berlebihan kepada orang kaya dan para pembesar.

Demikian kajian tafsir bulan ini, semoga bermanfaat dan membuat semakin dekat kepada Allah swt.

Salam odoj dari Pangkalan Bun.





Pakai Pakaian Lusuh Saat Rapat Wali Murid, Ucapan Bapak Ini Membuat Semua Orang Malu!
 Tepat pukul 7, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat. Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.
Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?" Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Aminudin"
Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Aminudin dengan muka yang tertunduk berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..." Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan."
Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.
Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Aminudin untuk berbicara, ia memperkenalkan, " Aminudin adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari
sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Aminudin mendidik anaknya."
Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayah Aminudin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataannya:
Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada. Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya,
"Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?" Saya berkata "Ayah tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"
Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."
Saya seorang buruh bangunan. Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya. Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik. "
Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.
Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru! Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Ayah ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak.


Pada suatu hari, seorang pemuda berkunjung kepada seorang ulama muda. Lantas pemuda itu meminta nasehat. Nasehatnya simple tapi benar juga!


"Wahai saudaraku... Beramallah di bumi Allah, dan jangan banyak mengharap dibalas di bumi! Karena bumi Allah bukanlah tempat balasan amal. Jika dunia adalah tempat membalas amal, maka yang paling kaya dan banyak kaya adalah ulama dan imam masjid. Gimana tidak kaya, kalau habis sholat sunnah.. Assalamu 'alaikum warohmatullah.... Duar!! Langsung datang malaikat ngasih beras satu karung.


Lalu sholat lagi...


Assalamu'alaikum warohmatullah... Duar datang malaikat bawa emas satu karung. Dunia ini tidak demikian, karena dunia bukanlah tempat membalas amal. Maka perbanyak amal ikhlaskan karena Allah. Soal doamu, permintaanmu, hajatmu diijabah oleh Allah. Maka bersyukurlah dwngan terus berubudiyah karena Allah.


Demikianlah pemuda tadi mendapatkan kata2 hikmah dari ulama muda.







Oleh : Pipit Era Martina

“Berapa honornya?”

Entah berapa kali suara itu bernyanyi di telingaku, dan entah berapa suara dengan irama berbeda yang mengarah ke sudut wajahku.

“Yang ini enggak ada honor, honornya Allah SWT yang kasih.”

“Oh gak dapat honor to, lantas ngapain kamu mau nulis? Capek-capek begadang sampe malam?”

“Ya seneng aja, rasanya bahagia ketika tahu tulisan yang kita sebarkan bermanfaat bagi pembaca, bahkan banyak yang tergugah. Bukankah itu honor yang besar?” Jawabku dengan semangat yang kian menggebu-gebu.

“Ahh, itu mah bukan honor namanya, yang namanya honor itu berbentuk materi.”

“Materi itu bonus dari Allah, nah kalau pahala itu honor yang luar biasa, tak dapat hilang ataupun tertukar.”

“Memang jodoh tertukar. Haha.”

Gelak tawanya sedikit mengiris hati, kenapa harus hal itu yang dipertanyakan, bukankah manfaat dan pahala itu lebih berharga dibanding dengan honor yang berupa materi? Kenapa harus honor yang menjadi pertanyaan empuk?

Ahh, sudahlah yang terpenting bagaimana niat kita saja dalam melakukan kebaikan, toh Allah tidak pernah tidur. Harta dan tahta sudah ada ketentuannya, bagaimana cara kita menjemput itu berbeda-beda dan tanpa disadari.

Menyebarkan dakwah dan pengetahuan atau apapun yang bermanfaat tidak harus di hitung dengan jumlah materi bukan? Tapi lihatlah seberapa banyak orang yang mencintai tulisan kita, berapa banyak manusia yang menyebarkan tulisan kita, berapa pasang mata yang meneteskan buliran bening karena terketuk pintu hatinya. Di situlah letak honor yang sangat besar. Di mana jemari kita sanggup merangkai kata indah yang mampu menembus lorong hati manusia lain.

Soal honor atau harta dunia itu urusan Allah. Allah SWT sudah mengatur semuanya serapih mungkin, jika memang selama kita menulis tidak akan menghasilkan materi, mungkin Allah akan tunjukkan dan berikan harta melalui jalan yang lain dan jika selamanya kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun harta dari jerih payahmu menulis, ya jangan dijadikan sebuah keluhan, kagalauan atau sampai temui puncak kejenuhan. Tapi teruslah merangkai kata, teruslah menebar ilmu, walau hanya seujung jar. Percayalah, sedikit apapun itu, ilmu yang kau sebarkan dan berpengaruh positife bagi pembacanya maka itu adalah tabunganmu di akhirat nanti. Catatan yang memenuhi buku amalmu.

“Lebih baik kamu kerjakan saja hal yang lain, yang menghasilkan.”

Kembali, suara-suara sedemikian rupa menari di pendengaranku.

“Buat apa bela-belain duduk di depan layar sampe sakit punggung cuma untuk nulis yang tidak menghasilkan.”

Aku mau jawab apa? Beruntutan pertanyaan mereka seolah mengejarku, mengejek bahkan menjatuhkan kesukaanku.

“Entahlah, aku hanya merasa bahagia ketika tahu tulisanku banyak di share orang hingga berjumlah ribuan, menurutku itu sudah lebih menggembirakan dibanding dengan honor yang kau bicarakan.”

“Ehh, kamu itu terlalu bodoh ya, tulisan kamu yang di share sama orang itu cuma dibaca doang, belum tentu mereka memahami apalagi mengamalkan. Orang kamu yang nulis saja tidak seindah tulisanmu.”

Astaghfirullah, memang benar apa yang dikatakannya, perilakuku tak seindah tulisanku, namun mengapa harus keluar kata-kata buruk itu di saat kita sedang mencoba belajar sembari berbagi?

“Kau tahu, meski tulisanku tidak menggerakkan hati banyak orang, namun setidaknya niat baikku untuk berbagi dan mengajak mereka memperbaiki diri sudah tercatat baik dalam buku catatan amalku.”

“Alahh sok tahu kamu ini, lama-lama ngomong sama kamu bikin pusing kepala, kamu itu sudah termakan omongan teman-teman mu yang bisanya cuma nulis-nulis tanpa mikir besok punya uang apa enggak.”

“Terserah dirimu saja, yang terpenting bagiku adalah belajar memperbaiki diri dan terus berusaha berbagi, semoga niat baikku cukup untuk sedikit menutupi dosaku yang kian berlumut.”

“Terserah kamu saja. Pusing aku,” ucapnya sembari melambaikan tangan dan pergi.

Teman-teman sekalian, ketahuilah. Rezeki itu bukan hanya berupa materi, kesehatanpun itu berupa materi, dan menurut saya tulisan yang dibaca banyak orang bahkan sampai di share ribuan kali itu suatu rezeky yang amat luar biasa, bahagia yang tak terkira.
Berhentilah membicarakan atau menanyakan honor kepada mereka yang hobby menulis dakwah atau pengetahuan lainnya melalui media. Tidak semua penulis dihargai dengan materi, mungkin kalian melihat penulis novel ternama seperti bunda Asma Nadia, Ghalil Gibran dan yang lainnya, mereka bergelimang harta saat ini, tapi apa kalian tahu bagaimana awal perjuangan mereka yang menulis tanpa mendapat sepeserpun materi bahkan pujian sekalipun. Mereka juga sama, hinaanlah yang membuat mereka jaya, bukan pujian ataupun harta, tetapi keyakinan bahwa Allah tidak pernah tidur dan Allah selalu dekat dengan umat-Nya dan juga selalu senantiasa mendengar do’a-do’a makhluk-Nya.

Keep fighting dan keep Istiqamah untuk teman seperjuangan yang senantiasa menebarkan kebaikan di manapun.

Senin, 14 Rabiulakhir / 25 Januari 2016

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.