Diberdayakan oleh Blogger.

One Day One Juz Pangkalan Bun Adakan Kajian Tafsir

Posted on
  • Sabtu, 06 Februari 2016
  • by
  • ikadikobar
  • in
  • Label: ,

  • Kajian Tafsir Odojer Pangkalan Bun, Kal-Teng kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Pebruari 2015 di Masjid Agung Riyadhussholihin. Menurut Siti Halijah, selaku ketua PD Odojer Kotawaringin Barat, kegiatan ini berlangsung atas kerjasama ta'mir Masjid Agung Riyadhussolihin  dengan Pengurus Komunitas One Day One Juz Pangkalan Bun. 

    Dalam kajian tafsir kali ini, Ust. Muhammad Ichsan menyampaikan tafsir  surah Abasa, surat ke 2 pada juz 30 tepatnya sesudah surat An Naba. Dalam penyampaiannya, Ust Muhammad Ichsan menyampaikan bahwa Surat Abasa, adalah surat ke 80 dari 114 surat, dan merupakan surat yg diturunkan di Mekkah. Dengan jumlah ayat sebanyak 42. 

    Sebab turunnya surat Abasa, 
    Banyak sekali dalam alquran, Allah menggambarkan berbagai ekspresi wajah manusia. Dimulai dari yg bahagia, ceria sampai yang sedih.

    Pada saat rasul sedang melakukan pendekatan dakwah kepada para tokoh quraish, datanglah abdullah Abdullah ibnu Ummi Maktum yang buta lagi fakir untuk belajar islam dengan langsung berkata "Ya Rasulullah ajari aku apa-apa yang Allah ajarkan pada dirimu". Karena kondisi ia yang buta dan tidak mengetahui di sekitar rasul ada orang lain, maka ia pun mengulangi permintaannya berulang -ulang sehingga akhirnya rasul merasa risih dan kemudian bermuka masam dan berpaling. Sehingga Allah swt menegur beliau dengan turunnya awal surat Abasa.

    Setelah turunnya wahyu itu, maka rasulullah saw. Amat sangat menghargai akan Abdullah ibnu Ummi Maktum yang selalu haus akan ilmu, tawadhu, dan senantiasa banyak mengingat Allah dan takut kepada Allah swt. Sehingga Abdullah ibnu Ummi Maktum amat diperhatikan Allah. Dengan meminta kekasihnya Rasulullah Muhammad saw tuk tidak berbuat demikian kepada hamba Allah, Abdullah ibnu Ummi Maktum yang dimuliakan di sisi Allah swt.

    Sehingga ketika rasul pergi berperang, maka rasul meminta Abdullah ibnu Ummi Maktum tuk jadi imam di Madinah. 

    Jadi, dengan teguran dalam surat ini, rasulullah saw tidak pernah lagi bermuka masam kepada orang -orang fakir, dan memberikan penghormatan berlebihan kepada orang kaya dan para pembesar.

    Demikian kajian tafsir bulan ini, semoga bermanfaat dan membuat semakin dekat kepada Allah swt.

    Salam odoj dari Pangkalan Bun.



    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Copyright (c) 2010 Blogger by Blogger
    Facebook : IKADI KOBAR, My Twitter