Diberdayakan oleh Blogger.

Dunia Tidak Senilai Seteguk Air

Posted on
  • Rabu, 03 April 2019
  • by
  • ikadikobar
  • in
  • Label: , ,




  •  Di dalam kitabnya, Al-Kamil fi At-Tarikh, Ibnu Atsir menceritakan percakapan Ibnu Samak dengan Harun ar-Rasyid, khalifah Bani Abbas. Suatu ketika, Harun ar-Rasyid merasa haus sekali. Untuk menghilangkan dahaga tersebut, dia memerintahkan Ibnu Samak untuk mengambilkan air minum. Setelah mengambil air minum, Ibnu Samak berkata, “Pelan-pelan. Wahai Amirul Mukminin, demi kedekatanmu dengan Rasulullah, berapakah engkau akan membayar air ini?”

    Kemudian Harun menjawab, akan membelinya dengan separuh kerajaannya. Ibnu Samak berkata, “Kalau begitu, minumlah.” Selesai meminumnya, Ibnu Samak bertanya lagi jika air ini ditahan dan tidak bisa keluar dari tubuh, berapa Harun akan membelinya? Kemudian dijawab bahwa ia akan membeli dengan semua kerajaannya.

    Di akhir pembicaraan, Ibnu Samak berkata kepada Harun ar-Rasyid, “Sesungguhnya sebuah kerajaan tidak dapat menyamai kenikmatan air minum dan keluarnya air kencing. Bahkan, ia lebih besar dari kerajaanmu.”

    Memang demikian seharusnya kita menyadari bahwa nikmat-nikmat Allah takkan pernah habis dan takkan kuasa dihitung manusia. Karena Allah tidak menghendaki kecuali agar manusia bersyukur kepada-Nya.
    ——————————————————————————————————————————————————
    “Di hari kiamat nanti, akan didatangkan orang yang hidupnya paling bahagia di dunia, lalu Allah swt berfirman, “Celupkan ia sekali celup ke dalam neraka!” Begitu selesai, Allah berfirman, “Hai anak Adam, pernahkah engkau mengecap kenikmatan? Pernahkah engkau merasa senang? Pernahkah engkau merasa bahagia?” Ia menjawab, “Sama sekali belum, demi kemuliaan-Mu!” Lalu Allah berfirman, “Masukkan kembali ia ke neraka.” Setelah itu, didatangkan orang yang hidupnya paling sengsara ketika di dunia, lalu Allah swt berfirman, “Celupkan ia sekali celup ke dalam surga.” Begitu selesai, ia dipanggil, Allah berfirman kepadanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat sesuatu yang tidak engkau sukai?” Ia menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, hamba belum pernah melihat hal yang tidak hamba sukai.” (Hadits Qudsi)

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Copyright (c) 2010 Blogger by Blogger
    Facebook : IKADI KOBAR, My Twitter